Ini Dugaan Korupsi Dana Desa di Kolandama

Laporan tersebut di dasari atas Peraturan dan perundang-undangan yang memerintahkan setiap masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk memperoleh, mencari dan memberi informasi adanya dugaan telah terjadi Tindak Pidana Korupsi serta menyampaikan saran dan pendapat kepada penegak hukum dan atau KPK mengenai perkara Tindak Pidana Korupsi; sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2000 BAB II dan PP Nomor 43 Tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Untuk itu sebagai masyarakat yang taat dan patuh terhadap peraturan perundang-undang saya telah melaporkan Kepala desa dan ketua BPD Kalondama Tengah ke pihak kepolisian resor alor dan kejaksaan negeri kalabahi dengan perihal Laporan Aduan Pendahuluan Dugaan Tindak Pidana Korupsi; Ungkap Lamma.”

Semuel Lamma juga menyampaikan bahwa peristiwa yang diadukan pengelolaan dana desa Tahun Anggaran 2014, Tahun Anggaran 2015, Tahun Anggaran 2016, Tahun Anggaran 2017, Tahun Anggaran 2018, kurang lebih ada 8 laporan yang saya adukan; ungkapnya.

“Bahwa Pada tahun anggaran 2014 s/d 2018 dana desa yang di manfaatkan untuk dana Janda, Balu, Yatim, Piatu, penyandang cacat dan Lansia hingga saat ini, Kepala Desa Kalondama Tengah tidak menyalurkan anggaran tersebut, sehingga adanya dugaan bahwa dana tersebut telah digunakan untuk memperkaya diri;

Ada juga Pada tahun anggaran 2015 Pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan sarana Air bersih dari sumber mata air ke tempat pemukiman, pada tahun anggaran 2016 dana desa dimanfaatkan untuk pembangunan Gedung PAUD, akan tetapi dalam pelaksanaannya proyek pembangunan gedung Paud mangkrak atau tidak terselesaikan sehingga gedung tersebut tidak dapat digunakan dalam melaksankan kegiatan pembelajaran; tahun anggaran 2016 pemanfaatan dana desa untuk di bangun dua buah rumah percontohan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya hanya satu buah rumah percontohan yang dibangun sedangkan yang satu buah rumah tidak dibangun.

Kuat dugaan dana desa untuk satu buah rumah percontohan telah digunakan oleh kepala desa untuk kepentingan pribadi.

Bahwa Pada tahun anggaran 2017 dana desa dimanfaatkan untuk pembangunan gedung aula desa beserta MCK. Namun dalam pelaksanaannya pekerjaan pembangunan gedung aula desa beserta MCK tidak terselesaikan dan dibiarkan hingga saat ini, sehingga gedung aula desa tersebut tidak bisa digunakan pada pertemuan-pertemuan di tingkat desa; tahun anggaran 2018 Dana Desa di manfaatkan untuk pembangunan Pembukaan Pengusuran Jalan Ekonomi dan Rapat Beton Boloang Mobobaa.

Pembukaan Pengusuran Jalan Ekonomi dari titik 0 Boloang ke Kampung Lama sepanjang 4 Km sementara baru yang digusur 2.728 meter dan sisanya belum dikerjakan atau belum digusur hingga saat ini.

Sementara pembukaan rabat beton pada ruas jalan Boloang Mobobaa pada titik-titik rawan lumpur sepanjang 100 meter dan baru di bangun 74,40 meter sementara yang belum dibangun 25,60 meter; Kata Semuel.”

Selanjutnya Alasan melaporkan Ketua BPD Kalondama Tengah Periode 2013-2019, Lamma mengungkapkan bahwa semestinya BPD menolak Laporan Pertanggung Jawaban Kepala Desa Kalondama Tengah, akan tetapi Ketua BPD menerima Lapran Pertanggung Jawaban tersebut dan memberikan surat rekomendasi kepada saudara Artaban Libing untuk di calonkan lagi sebagai Kepala Desa Kalondama Tengah. Kuat dugaan ada persengkokolan antara Ketua BPD dan Kepala Desa.

Pria yang baru saja terpilih sebagi Ketua BPD Kalondama Tengah Periode 2019-2025 berharap agar laporan yang telah diadukan dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan kejaksaan tanpa pandang bulu.

“saya berharap agar penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan agar Melakukan langkah-langkah penyelidikan hukum terkait dengan adanya laporan pengaduan awal dan penemuan indikasi dugaan kerugian keuangan negara, tanpa tebang pilih bagi oknum kepala desa dan ketua BPD kalondama Tengah dan segera Memanggil dan memeriksa Kepala Desa dan Ketua BPD Kalondama Tengah; Tutupnya.”

(redaksi)

%d blogger menyukai ini: