Jatuh Rata Tanah, Kini Siswa SMP N. 8 Amarasi Barat Tak Punya Gedung

AMBAR, oelamasi-news.com | Ibarat sudah jatuh, tertimpah tangga lagi, itu adigium klasik. Gedungnya sudah darurat, segalanya tentu terbatas. Alampun tak restu untuk dipakai belajar mengajar hingga merobohkan sampai rata tanah.

Nasip naas ini dialami para guru, siswa serta orang tua murid SMP Negeri 8 Amarasi Barat minggu, tanggal 8 September 2019 siang.

Hal ini dibenarkan oleh kepala SMP Negeri 8 Amarasi Barat Yakobus Taunu kepada media ini saat di konfermasi melalui telpon geggamnya pada Senin,(9/9).

Sebelumnya, ada dua Gedung yang diterpa angin hingga ratah tanah terjadi tanggal 2 September 2019.

Menurut Taunu, dirinya sudah melaporkan kepada pemerintah kabupaten kupang, dalam hal ini Bupati Kupang, Korinus Masneno. dan menurutnya, bupati berjanji akan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki gedung yang telah roboh.

“Kondisi fisik SMP Negeri 8 Amarasi Barat juga sudah di ketahui dan di kunjugi oleh Gubernur NTT  Viktor Laiskodat saat berkunjung pada Sabtu, 8 September 2019 di Desa Merbaun yang didampingi oleh Bupati Kupang,” ungkap Taunu.

“Pak Gubernur NTT Viktor Laiskodat  juga siap membantu 6 gedung parmanen dan pernyataan tersebut di saksikan oleh orang tua yang hadir pada waktu perkunjungan . “sambung Taunu.

Dengan robonya gedung tersebut, para siswa kini sulit mengakses pelajaran dengan baik, karena kondisinya tidak layak di pakai lagi.

sekolah iniberada di Dusun1 Oesain, Desa Erbaun kabupaten kupang. saat kejadian tidak korban jiwa, namun merusak beberapa barang antaralain lemari buku, kursi,meja, papan tulis dan printer.

Sampai berita ini diturunkan belum ada bantuan dari pemerintah daerah khususnya Badan Bencana Alam kabupaten kupang namun bantuan datang dari warga setempat

Kegiatan Belajar Megajar pada hari ini Senin, 9 September 2019 para siswa-siswi akhirnya bersekolah beratap langit. (*Arif Bait

%d blogger menyukai ini: