Selamatkan Literasi, SMA Giovanni  Kupang Gelar Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah

KUPANG,–Sesuai dengan ketentuan umum UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah .

Tuntutan ini menjadi hal yang sangat vital bagi pendidikan, maka itulah, Rabu tanggal 11-13 November 2020, SMA Giovanni  Kupang  bekerja sama dengan media CAKARWALA NTT menggelar pelatihan Penulisan karya ilmia Populer di SMA Katolik bagi guru Giovanni Kupang.

Y.B Inocen Loe S.Fil koordinator  pelatihan dalam acara pembukaan mengatakan, Setidaknya ada 4 alasan, SMA Katolik Giovanni Kupang melaksanakan kegiatan ini.

Pertama, sebagai tindak lanjut pelatihan menulis yang dilaksanakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT beberapa waktu lalu.

Kedua, dalam kaitan dengan ini, SMA Giovanni  Kupang sedang gencarnya mendorong gerakan literasi.

Ketiga, SMA Katolik Giovanni Kupang mendukung penuh cita cita provinsi NTT untuk menghadirkan generasi emas tahun 2050.

Keempat, Menulis itu menghidupkan yang mati. Sapardi Djoko Damono pernah menulis puisi: pada suatu hari nanti// jasadku tak akan ada lagi// tapi dalam bait-bait sajak ini// kau tak akan kurelakan sendiri. menulis itu menghidupkan yang mati dan semua yang akan mati bakal tetap hidup.

“Dalam kegiatan ini kami didorong untuk tidak hanya memahami teknik penulisan karya ilmiah dan menghasilkan karya tetapi kami didorong untuk menghidupkan lentera literasi di sekolah masing masing”, Terang Inocen.

Dirinya juga menilai,  literasi sekolah dalam penilaian banyak orang kini hampir padam. Bagaimana menghidupkan lentera literasi di sekolah, maka harus dimulai sekarang.

“kegiatan ini dapat mendobrak gerakan literasi di sekolah ini, supaya semakin bercahaya terang. Dalam kegiatan ini, kita tidak hanya diberikan tips menulis tetapi diarahkan untuk menghasilkan produk tulisan, yang kemudian akan kami dorong untuk penerbitan buku”, jelas alumni pelatihan penulisan karya ilmia yang di selenggerakan BMPS NTT itu.

Lanjut dirinya mengatakan, akan ada tiga judul buku yang diterbitkan,  dua judul buku untuk siswa dan  satu judul buku untuk guru.

“Kami menyadari bahwa para guru punya semangat yg luar biasa untuk menulis, tetapi kami berpikir penting untuk melaksanakan kegiatan ini, agar tulisan tulisan guru lebih ilmiah sistematis dan rasional saintifik”, pungkasnya.

Sementara romo kepala Sekolah,  Drs. Stefanus  Mau Pr  mengatakan, Indonesia  masuk urutan ke 75 dari 78 negera  memiliki kemampuan berliterasi, itu berarti kemampuan litarisi indonesia masih rendah.

“Itu baru membaca, belum menulis”, kata Romo Stefanus.

Lanjut Romo mengatakan, kondisi itu menjadi  bahan efaluasi bagi kita semua.  Dengan adanya kegiatan ini dirinya juga berterima kasih kepada pimpinan CAKARWALA NTT yang ingin membagi ilmu kepada para guru di SMA Giovani Kupang.

“Jika semua hanya membanca dan tidak menuliis maka suatu saat tulisan akan punah, Jadi kita harus nyalakan pelita yang sudah padam. Semua punya kemapuan tapi mau memulai itu sulit.  pelatihan ini bisa meberikan ilmu untuk bagaimana memulai”, tutup Romo stefanus dalam sambutannya. (WL)

%d blogger menyukai ini: