Redaksi OelamasiNews Klarifikasi Soal Berita, Kades Jhon Takmanu Terlibat Tauran di Oenaek

OELAMASI,– Redaksi Oelamasi News secara resmi mengklarifikasi pemberitaan tanggal 15 November 2020 tentang keterlibatan Kepala Desa Oebola Dalam terkait tauran dua kelompok pemuda di Oenaek.

Dalam kasus itu, kedua kelompok saling melempari batu. Beberapa waktu kemudian wartawan Oelmasi News tiba di TKP.

Demi kepentingan peliputan, wartawan mencoba mendokumentasi kejadian itu walau hujan batu terus mengancam.

Setelah itu, diterbitkan berita dengan judul ” Diduga Kades Jhon Takmanu Pimpin Tauran, Ini Kata Warga”

Berlandaskan perimbangan berita dan asas praduga, maka judul berita  yang diterbitkan menggunakan kata “Diduga” atau dalam makana, baru curiga dan belum tentu benar.

Namun karena Kepala Desa Jhon Takmanu belum di konfirmasi terkait pernyataan warga atas keterlibatanya maka redaksi memutuskan untuk memblok link berita secara permanen.

Dengan kejadian itu Redaksi Oelmasi News mecoba menggali informasu lebih dalam, ternyata kepala desa tidak ikut serta sesuai berta yang terbitkan sebelumnya.

Dengan kejadian itu, Pemimpin Redaksi, Mariones Langasa mengatakan, bahwa semestinya pemberitaan itu memang awalnya sudah harus di konfirmasi oleh wartawan.

Namun karena kendala wartawannya tidak memiliki nomor Telepon kepala desa, sehingga hanya mengambil pernyataan warga di sekitar lokasi tauran itu.

Kejadian itu secara kelembagaan, Pemimpin Redaksi Mariones Langasa meminta maaf yang sebesarnya-besar buat Kepala Desa, Jhon Takmanu atas pemberitaan menduga keterlibatanya.

“Secara kelembagaan Media, saya sebagai pemimpin Redaksi Meminta maaf kepada bapak Jhon, atas kelalaian ini bahwa semestinya pemberitaan itu terbit  sudah ada konfirmasi namun itu tdk terjadi”, ujar Pemred.

Dengan Pemberitaan itu, Kepala Desa Oebola Dalam mengklarifikasi, bahwa berita yang di muat oleh Portal Berita OelamasiNews itu tidak benar

Karena bagi dia berita dengan judul “Kades Jhon Takmanu Pimpin Tauran di Campkong, Ini Kata Warga” itu dirinya mengatakan tidak sesuai fakta.

“Sesungguhnya kasus yang terjadi sesuai dengan pemberitaan Oelamasi News itu tidak benar, karena waktu kejadian itu saya sedang kumpul bersama orang tua sedang pertemuan untuk berbicara mengelola lahan tidur”, kata penjabat Kepala Desa Obola dalam, Jhon Takmanu.

Ia juga berharap agar tidak lagi ada kejadian tauran lagi. Lebih baik hidup dami itu lebih penting. (Redaksi)

%d blogger menyukai ini: