Dampak Pandemi Bagi Dunia Bisnis, Ini Tanggapan Ketua DPW ISAA NTT

KUPANG,–Ancaman kepailitan terus membayangi dunia usaha ditengah pandemi Covid-19. Tak terasa sudah setahun lebih virus tersebut mengancam, tidak saja dunia usaha namun sektor lain turut merasakannya. Satau satunya jalan keluar adalah memutus matarantai pandemi tersebut.

Menanggapi iklim ekonomi bisnis akibat pandemi itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Keagenan Kapal Indonesia atau Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Provinsi NTT dan juga sebagai Direktur PT. SINAR SAMUDERA SELATAN Usman Husin kepada Oelamasi News di ruang kerjanya mengatakan, bahwa saat ini memang dunia usaha sedang menagalami kepailitan dan satu-satunya cara keluar adalah pandemi ini segerah berlalu.

“ya memang dunia usaha atau bisnis saat ini sedang sakit, dan kalaupun harus bebas maka pandemi ini harus diputuskan penyebarannya”, ujar Usman Husin Putra asal Rote ini, Kamis (18/2/21) di Kupang.

Lebih lanjut adik dari politisi kawakang asal NTT Saleh Husin ini berharap, matarantai pandemi ini segera putus melalui kebijakan pemerintah dan terutama kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan agar tidak semakin perpanjang penyebaran.

Dirinya begitu prihatin melihat dunia usaha yang terus terancam, menurutnya situasi tesebut juga berdampak luas bagi masyarakat sebab  akan berimbas dan tentu terjadi inflasi. Begitupun daya beli masayarakt yang rendah karena pendapatan perkapita yang kecil.

“ini riskan memang, kalau penyebaran virus ini tidak dihentikan, tidak saja dunia bisnis tapi dampaknya pada masyarakat tentu besar sekali, karena harga barang turut terdongkrak dan tidak akan seimbang dengan pendapatan perkapita masyarakat”, jelas Usman.

Sementara dampak bagi usaha perkapalan yang Ia tangani, tidak terlalu berdampak menurutnya. Sebab dari total muatan kapal ternak masih berkisar 600 ekor  ternak sapi per kapal yang dikirim dari NTT ke luar daerah.

Namun dirinya berharap agar Bumi ini kembali normal dari cengkraman pandemi tersebut. Biarkan manusia hidup kembali normal dan tidak hidup dalam ketakutan dan keterpurukan. (WL)

 

 

%d blogger menyukai ini: